Germasa Bidang Gereja, Masyarakat & Agama
Komisi Gereja, Masyarakat & Agama (masa bakti 2012 - 2017), Klik untuk Informasi detail :
Jabatan Nama
Ketua Bpk. Harry Nugroho
Sekretaris Sdr. Ronald Tandi
Anggota Bpk. Ibrahim J.J Nanggi Ang
Anggota Sdr. Eddy Simpey Boengai
Anggota Ibu. Ervin Juniati Pakpahan - Nababan
Anggota Ibu. Sarmi Lengkong
Anggota Ibu. Franciska Maria Megawati Sudharwanto

 

BILA ANDA BERKEBUN...!!!

Rumput hijau, tanaman berbunga dan semak-semak merupakan bagian dari ekosistem. Kesemua itu memperindah halaman, atau koridor dari bangunan perumahan. Semak-semak dan tanaman berbunga, apakah di kebun ataupun pot tanaman, semuanya membantu menarik serangga dan burung-burung untuk datang ke sekitar tempat kita. Kendatipun demikian, ada hal-hal yang perlu diperhatikan dalam berkebun, misalnya :

 

  • Potong rumput, daun dan bunga kering sangat bagus untuk kompos. Jangan dibuang begitu saja, karena semua itu akan memberi Anda pupuk alami secara gratis.
  • Jangan bakar sampah di kebu Anda karena akan menimbulkan gangguan dan polusi udara.
  • Bila rumput di pekarangan Anda menjadi kecoklatan selama musim panas, jangan boroskan air untuk menyiram karena rumput-rumput itu akan bersemi dan normal kembali selama musim penghujan.
  • Semak dan tanaman berbunga, baik yang ditanam di kebun atau pot tanaman, semuanya membantu menarik serangga dan burung-burung untuk datang ke sekitar tempat kita sehingga lingkungan sekitar kita menjadi "hidup".
  • Mulailah membuat kompos dengan sampah sayuran dan buah-buahan serta garden debris.
  • Pilihlah pupuk organik (misalnya kotoran ternak) dan hindari sedapat mungkin pemakaian pestisida.
    Tariklah kedatangan kehidupan liar di kebun Anda - letakan satu wadah makanan burung, boks untuk bersarang dan biarkan bunga-bunga liar tumbuh dan aturlah dengan indah.
    Tanamlah tumbuhan asli ; daerah setempat sebisa mungkin karena tumbuhan itulah yang paling tepat untuk kondisi alam dan tanah di rumah Anda.
   

Pada tanggal 5 Juni 1972 di Stockholm, Swedia diadakan konferensi lingkungan hidup sedunia sebagai tanda timbulnya kesadaran lingkungan hidup yang telah mengalami krisis hebat yang mengamcam kehidupan warga dunia. Itu sebabnya tanggal 5 Juni warga dunia memperingatinya sebagai "Hari Lingkungan Hidup". GPIB sebagai Gereja menyadari pentingnya menata alam secara adil demi kelangsungan hidup sejahtera (tema sinodal 2015-2016) di beri tema "MENATA ALAM SECARA ADIL DEMI KELANGSUNGAN HIDUP SEJAHTERA" (Mazmur 8 : 6 - 9). Daud dalam Mazmur 8 : 6 - 9 mengajar umat untuk menghayati ciptaan Allah, memelihara lingkungan agar terjadi kehidupan yang harmonis antara manusia dengan ciptaan Tuhan lainnya. Menata alam asri dimulai dari lingkungan dimana kita hidup yaitu "Keluarga", belajar untuk tertib memelihara lingkungan kita dari hal-hal yang sederhana seperti : "Membuang sampah pada tempatnya". Markus 16 : 15 mengatakan "Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala maklhuk", beritakan Injil kepada segala makhluk dengan sikap nyata peduli terhadap lingkungan hidup. Apa yang kita perlu lakukan dalam membantu pelestarian lingkungan ? Banyak sekali !! antara lain :

  1. Pola perilaku yang menjaga memelihara lingkungan
  2. Bersahabat dengan lingkungan
  3. Menghormati ciptaan Tuhan yang lain sebagai makhluk hidup yang berguna dan bermanfaat bagi lingkungan.

Mulailah kita melakukan sesuatu yang kecil mulai dari rumah kita, lingkungan sekitar di mana kita tinggal, Persekutuan di Gereja dan secara keseluruhan berbangsa & bernegara.

   

 

LARANGAN UNTUK TIDAK MEROKOK DI LINGKUNGAN GEREJA

Implementasi Gereja sebagai daerah "BEBAS ROKOK" di semua jajaran Jemaat GPIB. Dan sesuai keputusan Majelis Jemaat serta tertuang dalam program kerja 2015 - 2016, maka mulai hari Senin tanggal 1 JUNI 2015 ditetapkan LARANGAN UNTUK TIDAK MEROKOK DI LINGKUNGAN GEREJA.

 

======== MASIH DALAM TAHAP PENGEMBANGAN. TERIMA KASIH ATAS PENGERTIANNYA ==========
2013 | gerald.logor